Selasa, 24 Agustus 2021

Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 3






 Selamat pagi bro, dari Grand Bali Beach sanur tgl 26 Januari 2020.

Cuaca pagi segar bugar, Dari ketinggian terlihat masyrakat olahraga dan mandi di pantai depan hotel kita. Bout/Kapal/perahu/jukung terdampar bergoyang di pesisir pantai. suara ombak menyeruak dengan hembusan angin semilir. menyemangati hati ini untuk segera sembuh total dan jauh dari si Covid yang nyebelin.

Jam 07.00 saya bangun seperti biasa, semangat berjemur sambil minum teh madu jeruk nipis jahe. Minuman Herbal yang tidak pernah lepas dalam keseharian. Seperti biasa kita ambil nasi box untuk sarapan  di lobby bawah sekaligus tes suhu badan. Kondisi saya segar bugar kencang lincah dan rilex. Pokoknya tampak sehat dan segar, tapi covid dibadan masih selingkuh dengan saya di dalam badan ini. Pokoknya berpikir positif, makan selahap mungkin, nonton tv, kalau rindu istri tinggal WA. Saya senang hari ini, istriku tercinta sejagat raya telah membaik, dan saya lihat dia sedikit ajum membersihkan ruangan depannya sambil bervideo ria. Artinya bayune sube ngeluungang. 

Sarapan mantap !

pagi ini saya mengambil sarapan yang super mantap yaitu nasi kuning dan snack jaje bali. Terimakasih kuucapkan kepada seluruh petugas yang telah memberikan kita hidangan yang lezat sehat dan bergizi. Saya menjadi bersemangat untuk kesembuhan dari si covid ini. 



Makan siang Jaen Be tutu

tepat pukul 12.00 saya menuju depan lift lantai 8, mau ambil makanan. Aiiiittttssss.....1 ternyata sampah masih ada dan bertambah meluber. Baunya mulai menusuk. Padahal paginya ketika cek suhu, saya yang tinggal di kamar 820 ini sudah enginfokan. tapi sudahlah....kalau kita komplain jelek asane, kalau tidak dikomplain lebih jelek asane. Nah, terserah gen be, yang penting cang  enggal sembuh.  

 








Horeeee....Pukul 16.30 sampah sudah dibersihkan. Makasi bapak ibu petugas yang sudah bekerja lelah membersihkan.



baca lanjutannya : bagian 4

Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 2

 Hari ini adalah tgl 25 Januari 2020

Hari ini adalah hari ketiga saya berada di hotel Grand INNA Bali Beach Sanur. Hotel yang ke sohor bintang 5 membuat saya menjadi tenang baik pikiran maupun hati. Pagi ini sarapannya bubur bali dengan jukut meurab terasa enak dan membuat anak saya lahap juga makannya. Saya juga hidangkan teh jahe, plus madu untuk membuat kerongkongan terasa segar dan agar batuk ini mereda.

Tepat pukul 9.30 kita menerima WA dari petugas karantina  agar melakukan swab tes kepada grup pertama yang tiba di hotel ini. dilihat di daftarnya ada sekitar 70 orang yang diswab. Saya dan anak mengikuti prosedur yang diperintahkan pokoknya Cunguhmu di ancuk (hidung dimasukin alat0, agak meklijengan dik matamu (seperti ngiler ngiler dikepala), beberapa saat kemudian selesai. Saya sih santai saja, sambil melirik madu kele kele yang tersedia. Intinya  santai saja . nanti kita tunggu hasilnya, kalau negatif pulang. Dalam perjalanan menuju lif lantai 8 saya melihat ibu-ibu sedang menaiki tangga. Kasihan, seperti tumben. Dalam percakapan di lift, sang ibu dari singaraja. Aduh jauh sekali isolasi ke denpasar, capek dijalan ya...kasihan. 

Pukul 19.00 via WA saya menerima hasil swab yang ternyata masih POSITIF. Jadi harus dikarantina lagi 7 hari kedepan.

oh ya, barusan jam 1.00 siang sampah yang di lift masih, saya foto hihi. Terus saya telpon, saya bilang saya mau bantuin bersihan sampah di lift lantai 8, petugas recepcinist bilang terima kasih. Saya mau kok jadi volontir gpp, kasih saja  plastik besar sampah hitam, kita masukin dan saya bawa turun, gpp kok. ternyata tetap saja menumpuk. Kasihan juga sih, mungkin petugasnya  takut kali ya...gpp dech, kita sabar saja.



baca lanjutannya disini : bagian 3


Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 1


Kok bisa kena Covid 19 ?

Jawabannya hmmm.... kita juga tidak tahu. Awalnya saya sempat batuk dan gejala ringan mual, kondisi kurang fit. Selang beberapa hari kemudian, giliran istri saya sakit, karena tidak tahan, terus dibawa ke UDG  RS Siloam Kuta.  Rs memberlakukan tes swab pada tgl 20 Januari 2021  hasilnya Positif Covid19 untuk istri saya bro. Pikiran saya, Ya sudahlah terima saja. 

Atas saran Puskesma kami sekeluarga harus melakukan tes swab. Tgl 22 Januari 2021 kami sekeluarga melakukan tes swab di Puskesmas Denpasar Selatan Pegok,  hasilnya 2 anak saya positif sedangkan satu lagi yang cewek hasil tes swabnya negatif. 

Karantina yang berbeda 

Singkat cerita, saya, istri dan 2 anak saya di isolasi atau karantina. Saya berusaha berpikir positif dengan situasi dan kondisi dimana saya berpisah dengan istri dalam penanganan covid di Bali ini. Saya berusaha berkomunikasi kepada para petugas baik di puskesmas maupun di tempat karantina, Bisakah saya berkumpul dengan istri tersayang ?. Jawabannya ''karena sistem, bapak tidak bisa bersama dengan istri.'' agak kesel sih...Okelah saya terima saja apa adanya. tapi hati saya tidak bisa dibohongi karena istri kurang nyaman dengan orang lain. Namun demikian kita selalu beri support istri agar dia selalu semangat bro. 

Tgl 20 Januari, istriku diharuskan melakukan karantina di sebuah hotel. Di awal pembicaraan petugas Puskesmas memberitahukan tempat karantina kemungkinan di Belle Swiss Kuta  atau Hotel  Armada. Ternyata saudara saudara, istri saya diisolasi di hotel Prime Plaza Sanur. Istriku tinggal sekamar dengan seorang bernama Arik yang juga tertular covid. Istriku berusaha tenang, walau sedih dan jauh dari anak dan suami. Kita hanya memberi semangat via whatsapp group..

Selang dua hari, yaitu tgl 22 Januari, Pukul 18.30 saya dan anak diharuskan melakukan karantina di Grand Bali Beach. Aduh sedikit bingung. Padahal kita sudah berada di loby Prima Plaza. Petugas memindahkan kita menuju  Grand Inna Bali Beach. Sedih, tidak bisa menemani istri di Prime Plaza.   Saya dan anak menempati kamar 820 dengan panorama view pantai Sanur yang apik. Kita berupaya  menenangkan hati dan pikiran. Kondisi saya dan anak sih lumayan baik, ada gejala batuk kecil serta dada seperti kekurangan oksigen [nyeri dada]


Tgl 24 Januari, anak saya pertama Hendo juga dijemput dari rumah oleh ambulance untuk dikarantina di Hotel Plaza Sanur. Saya agak lega bahwa anak saya pertama bisa bertemu ibunya di hotel. Berharap ada yang menjaganya walau tidak sekamar. Gpp. Nah yang kasihan adalah anak saya yang perempuan masih sendiri di rumah. Tapi dia sangat berani umurnya yang masih 15 tahun sudah bertindak dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan dirumah sendiri.

Apakah saya panik atau merasa dikucilkan ketika kena Covid ???

Jawabannya tidak sama sekali. Pandemi  covid19 setahun telah menghancurkan dan mengoncangkan dunia. Setiap hari kita mendengar berbagai informasi pandemi ini. Informasi sudah kita ketahui bersama,  pencegahannya, penangananya, akibatnya, dan sebagainya.  Saya berusaha membaca informasi covid dari sumber yang benar.  Himbuan pemerintah harus dipercaya, jangan termakan info Covid Hoaks melalui medsos yang tidak benar. Intinya kita siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Panik dan dikucilkan adalah hanya pikiran sempit saja.  Saya pikir kita harus bersikap lebih bijak dan tenang menghadapi ini semua. Kalau terkena virus saat awal pandemi, barangkali panik dan dikucilkan bisa terasa. Sekarang sih biasa saja. Kita jalani saja ya...


Bagaimanan penanganan atau fasilitas di karantina ?

Saya jawab dengan jujur adalah sangat baik Saya sudah 2 malam di kamar hotel ini. Layaknya  turis di hotel, suasana  nyaman dan menyenangkan dengan indahnya Pantai Sanur. Ada tempat tidur, wc, balcon, handuk, kulkas, sikat gigi, pokoknya lengkaplah. Kebetulan juga pada tahun 2013 lalu, saya pernah menginap sekeluarga disini selama 3 malam. Artinya pernah menikmati indah dan nyamannya hotel ini. heheheh..bruuuuttt.



Makanan disediakan 3 kali sehari, Hebat. makanannya enak bro. Semua habis saya makan, maklum ya saya adalah penggemar traveling jadi makanan apa yang dihidangkan saya  akan selalu bilang enak. Disini ada bubur, nasi goreng, onde-onde, buah,  kopi, teh, air galon, pokoknya Top Cerrrrr ! harus berpikir positif.!!

Petugas ramah atau gimana  di karantina ?

Petugas karantina yaitu perawat, dokter atau recepsionis semua bertanggung jawab. Pelayanannya cepat, ramah dan tertangani. Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Contohnya ketika tidak ada handuk dikamar,  terus saya tanyakan ke petugas via telephone. Dalam hitungan menit handuk sudah tersedia di lobby hotel, hanya saja kita harus ambil sendiri. 

Ada yang perlu di kritik nih ?

Tumpukan sampah plastik makanan meluber di depan lift di lantai 8. Tempat sampah sih tersedia, cuman mestinya sampah diambil tiap hari oleh petugas jangan dibiarkan menumpuk. bau brooo...tolong ya. ini penting bersih membuat pikiran kita tenang, kalau kotor dan  bau tahulah apa yang ada dalam mood kita, sangat bruuut banget. Walaupun begitu, maksud hati ingin bantuin buang sampah, Saya telpon petugas.

 '' Pak, sampahnya menumpuk di depan lift ? kalau tidak ada yang berani ambil, saya maun bantuiin ya ? Atau berikan saja masing-masing plastik sampah hitam yang besar nanti kita kumpulkan, ''.  Petugas recepsionist sepertinya ngerti maksud saya....tapi saya tunggu-tunggu  saya jepretkan foto sebagai bukti. Maaf ya pak. 


baca lanjutan ceritanya disini ya : https://ciaaattt.blogspot.com/2021/08/karantina-di-grand-inna-bali-beach.html







Minggu, 30 Mei 2021

Gamut - Like Share Comment - Album Pop Bali Perdana


Single Album : Like Share Comment

(Gamut – Gamelan mulut)

 



Masifnya pengaruh info yang beredar dalam berbagai media sosial membuat hubungan sesama menjadi longgar hingga permusuhan.  Akibat kurangnya ketenangan hati nurani, kurang berpikir bijak, meletupkan emosi berakibat permusuhan semakin lebar.  Semestinya kita sadar, yang rugi akibat permusuhan itu adalah kita sendiri. Sepertinya kita kurang daya  untuk mencari solusi. 

Gamut atau Gamelan Mulut dalam petualangan kreatif di medsos mengkemas gagasan baru dalam lagu pop Bali. Kemasan itu berupa sisipan ritmis gamut yang memperkaya melodi.  Suara vokal gamelan mulut memberi aksen unik dengan logat meniru suara gamelan melalui tekhnik kotekan yaitu polos sangsih.  Lirik lagu ini bercerita tentang drama media sosial yang semakin hari menjadi persoalan umum hingga perselisihan.  Tersirat  makna dan nilai edukasi berupa teguran, antisipasi, instropeksi diri dan solusi. Kecerahan hati  akan selalu bersinar, jika kita berpikir lebih bijak dan tenang dalam menghadapi persoalan tersebut.

Sebagai genre musik baru  gamelan mulut yang disingkat GAMUT menawarkan nuansa baru dalam pertunjukan musik Bali. Gamelan mulut diciptakan tahun 2015 oleh I Made Wardana (Bli Ciaaattt) di kota Brussel Belgia. Gamut mengkhususkan menyuarakan bunyi instrumen pemade, ugal, kantilan, kendang, kajar,  cengceng,  gong kempur mempergunakan suara vokal atau mulut. Bunyi-bunyi seperti "nyang, nying nyong nyeng" terdengar mendekati suara gamelan. Dalam serial Petualangan Gamut  di youtube terdapat aneka koleksi musik dan tari Bali yang diiringi Gamut diantaranya : tari pendet, margapati, oleg tambulilingan, trunajaya, topeng tua, bondres, rejang sari, rejang renteng dan karya original yang menghadirkan 2 tokoh topeng yaitu Bli Gamut dan MaNyung. Kemudian gamut dalam lagu pop Bali  yaitu Care Janger Pegok, Kanti Kisut, Like Share Comment, Irage Mejajal Mereka Mengangkasa, Suud Monto dan lain-lain.

Dalam mewujudkan single Album ini Bli Ciaaattt didukung oleh pemusik-pemusik handal dan tim videografi yang telah melalang buana dalam berbagai konser, pertunjukan musik di seantero Bali. Para musisi dan pendukung diantaranya Guitar (I Made Meitrya/Dek Nomik), Drum (Ida Bagus Dharma Winata/Gus De), Bass (I Made Priyana Ginada), Keyboard (Putu Naratama Nugraha), Videografer (Putu Sutama).

Lirik lagu

"Like Share Comment" (Bli Ciaaattt)

Yen irage mepunduh, mlahang pang sing labuh ( saling menghargai)

Yen irage megibung, mlahang pang sing ulung (selalu berhati-hati)

Jika kita berkumpul, awas jangan sampai terjatuh (saling menghargai)

Jika kita ‘’makan bersama’’, awas jangan mengotori (selalu berhati-hati)

If we are getting together, Be careful so we don't get fall (respect each other)

If we are eating together, Be careful so we don't get fall (always be cautious)

 

Yen irage mekerah sinah bakal benyah, Yen irage mesogsag sinah bakal enyag.

Sing dadi nyeroscos, like share Comment, Gumi di medsos ngelike ngeshare komen

Jika kita berkelahi pasti akan berantakan, Jika kita bertengkar  pasti akan runyam

Janganlah sembarangan, like share comment.

If we fight we will be crumbled, If we quarrel we will be shattered 

can't just blurt out, like, share and comment. The social media world is all about like-share-comment

 

Ngelike nak bajang, kurenne megedambyang, Ngeshare ne nyaplir, dadine meplintir

komen ne lantang, isine jeg megarang

Memberi Like kepada seorang gadis di medsos, istri berprasangka,

Memposting status hoaks menjadi ngawur

Memberi komentar panjang menjadi berantakan

When liking a girl on social media, the wives get mad

When sharing the wrong status, it becomes twisted

A long comment, but messy content

 

Melahang je ngabe pepineh, Laksana ane beneh

Ngudyang ngalih ane sukeh, Mekejang bakat pasti keweh.

Gangsarang tindak kuangan daya.

Berhatilah membawa pikiranmu, bertindaklah dengan bijak

Kenapa kita harus mencari yang sulit ?, kita akan menemukan yang rumit

Bertindak tanpa berpikir panjang menjadi tidak berdaya

Be cautious bringing your thought, Do good behaviour

Why should we make it difficult, All will become hard 

Act swiftly without proper thought

 

Yen iraga mesaut sinah bakal susut, Yen iraga ngerebut sinah bakal uyut

Sing dadi nyeroscos, like share Comment, Gumi di medsos ngelike ngeshare komen

Jika kita berteriak pasti menjadi  kusut, Jika kita rebutan pasti menjadi gaduh

Janganlah sembarangan, like share comment.

If we shout out it will become tangled, If we snatch it will become rowdy

You can't just blurt out, like, share and comment. The social media world is all about like-share-comment

 

Reff.

Elingang jak mekejang. Lan ngabe galang, ane galang a padang

Lantang ngabe basang , Tusing dadi dengang

Ngiring treptiang anggane soang soang

Wahai semuanya, Mari membawa suasana hati yang cerah dan ceria

Lebih bersabar, tidak boleh sembarangan. Jaga hati kita.

Please be mindful everyone, Let’s bring a light, a great enlightenment 

Be more patient. Do not be careless. Let’s just mind our own business

 



Siapakah Bli Ciaaattt ?

I Made Wardana atau sering disebut Bli Ciaaattt lahir di Pegok Denpasar Bali tahun 1971. Dari umur 5 tahun, orang tua dan saudara laki-laki dan perempuan mengajarkan gamelan dan tarian Bali. Pada tahun 1990, dia mengambil jurusan karawitan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar dan mendapatkan gelar Sarjana Seni Ssn selama 4 tahun. Penampilan permainan kendangnya sangat memukau publik dalam berbagai festival seni tingkat nasional dan memperoleh juara. Pada tahun 1994, I Made Wardana memperoleh penghargaan dari Gubernur Bali sebagai pemain kendang terbaik se-Bali dalam lomba mekendang "Jauk Manis" dalam Pesta Kesenian Bali. Selanjutnya diundang dalam misi kesenian Bali ke India, Korea Selatan, Belgium dan Jerman. Tahun 1995, Wardana membuat rekaman karya seni Bleganjur yang digemari dan populer dikalangan kaum muda. Pada tahun 1996, Prof. Dr. I Made Bandem, Rektor STSI Denpasar menugaskannya sebagai Duta Kesenian Indonesia ke Belgia atas kerjasama PEMDA Bali dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di  Brussel Belgia. Semenjak itu I Made Wardana diangkat menjadi Lokal Staf Fungsi Penerangan Sosial Budaya  KBRI Brussel.  Selanjutnya mendapat undangan mengajar dan pertunjukan  ke berbagai negara Eropa antara lain Inggris, Belanda, Jerman, Denmark, Portugal, Switzerland, Austria, Polandia, Luksemburg, Ukraina, Perancis, Swedia, Spanyol dan Irlandia.  

Pada tahun 1998  membentuk  "Sanggar Seni Saling Asah" yang beranggotakan warga Belgia dan Indonesia. Pada tahun 2009 - 2018  menjadi Ketua komunitas masyarakat Bali di Belgia - Luksemburg dengan kegiatan kebudayaan Bali di Pura Agung Shanti Bhuwana Belgia. Pada tahun 2009 -2014  mengkoordinir Festival Ogoh-Ogoh Eropa di Belgia  dan Belanda. Pada tahun 2015 di kota Brussel Belgia menciptakan Gamelan Mulut (Gamut) sebuah alternatif baru menyuarakan Gamelan Bali secara unik dengan vokal dan gerak humor banyol.

Facebook/youtube/twitter
: made agus wardana
Ig : Ciaaattt
WA : 081280404130


Jumat, 29 Januari 2021

Berbeda, Unik, Atraktif dan Interaktif

Makalah dalam Seminar ''mencari peluang Internasional' 25 November 2020

oleh Bli Ciaaattt




Pendidikan dan Kebudayaan di Belgia dalam kewenangannya dibagi dalam dua komunitas bahasa yaitu Komunitas berbahasa Perancis (wallon) dan Komunitas berbahasa Belanda (Flemish). Selain Bahasa Belanda dan Bahasa Perancis, Bahasa Jerman juga merupakan salah satu bahasa resmi di negara ini, meskipun hanya sebagian kecil dari populasi. Dalam setiap aktifitas kebudayaan ditampilkan kegiatan seni budaya yang bersifat multi-disipliner yang mementaskan musik, tarian, teater, film, seni kontemporer, dan bentuk kesenian lainnya.

Dalam program kegiatan tahunan masing-masing komunitas memiliki agenda budaya sendiri yang dilakukan di Cultural Center, Maison Culturel dan Museum. Komunitas berbahasa Perancis melakukan kegiatan di kota Mons, Liege, Charleroi, Hainaut, Luxembourg, Brussel. Sedangkan Komunitas berbahasa Belanda melakukan kegiatan di Antwerp, Leuven, Gent, Brussel, Oostende dan Limburg.




Program budaya tahunan dipersiapkan setahun hingga dua tahun sebelumnya dan diagendakan secara rutin dari bulan September - Agustus tahun berikutnya. Selanjutnya dipublikasikan secara aktif dan informatif dalam bentuk cetak maupun eleltronik. Informasi detail tentang event pertunjukan, profile seniman, venue pertunjukan, harga tiket, diinfokan secara jelas dan dapat diakses mudah oleh publik Belgia sendiri. Namun demikian berbagai festival seni budaya diluar komunitas bahasa tersebut juga dilakukan oleh instansi yang lain seperti Kedutaan, Bar Restaurant, cafe perorangan, Lembaga Uni Eropa, hingga komunitas Internasional lainnya.


Bagaimana aktifitas Budaya Indonesia di Belgia ?

Kita tentu menghargai dan memberi apresiasi tinggi kepada para seniman/penyelenggara/sponsor yang sudah sejak lama melakukan diplomasi budaya dalam berbagai bentuk. Hal tersebut mencitrakan Indonesia sebagai negeri yang cinta akan seni budaya. Negeri yang memberikan ruang kreatif kepada seniman untuk unjuk gigi dalam dunia Internasional. Seniman mendapat kesempatan menyaksikan dan mengeksplorasi budaya setempat sehingga terjalin koneksi budaya yang menjembatani seniman Indonesia dan seniman Eropa.

Dari segi kwantitas jumlah aktifitas budaya yang dilakukan di Belgia (Periode 1996-2019) masih belum maksimal dan kurang banyak. Ini tercermin dari sedikitnya para seniman Indonesia mendapat undangan khusus dari komunitas bahasa diatas. Dari hasil pemantuan, sebagian besar seniman negara lain mendominiasi even pertunjukan seni. Seniman negara lain, lebih atraktif dan informatif menawarkan profile senimannya dalam mempromosikan dirinya dalam berbagai bahasa secara profesional. Promosi video/proposal kegiatan sudah ditawarkan kepada penyelenggara dua tahun sebelumnya. Disamping itu sharing biaya atau sponsor langsung dari negara asal mereka memberi kemudahan penyelenggara negara setempat untuk mengundang seniman dimaksud.


Promosi budaya Indonesia seharusnya lebih gencar dan berbinar.

Memang seni budaya tradisional Indonesia sering menawarkan hal yang berbeda dari biasanya. Dikagumi oleh publik sebagai bagian apresiasi budaya mereka. Tetapi seni budaya Indonesia yang ditampilkan tidak mesti beraroma kental tradisional saja, harus menawarkan seni yang lebih menantang, interaktif, didiskusikan, digunjingkan hingga beraroma kontroversi. Nuansa baru, bergaya etnik fusion dan peka dengan aktualitas berita yang terjadi dalam kekinian. Seni yang berlatar belakang kehidupan sosial yang memperjuangkan nilai-nilai toleransi, hiburan, perdamaian dan persamaan hak.

Dalam kurun waktu terakhir, grup musik Indonesia dengan etnik fusion sudah merajalela di berbagai tempat diluar negeri, namun sayangnya masih seputaran komunitas warga Indonesia sendiri. Semestinya pencapaian promosi diperuntukan lebih ke warga Eropa sendiri dalam konteks promosi budaya. Sementara itu misi kesenian tradisional (Folklore) yang berjumlah puluhan orang tidak hanya monoton hanya pertunjukan semata, tetapi harus dibarengi dengan tampilan interaktif dengan menggunakan bahasa setempat.

Jangan lupa, Indonesia memiliki seni kuliner yang variatif. Makanan khas Indonesia adalah jalan nyaman bagi para penonton untuk memberi apresiasi kepada Indonesia. Mereka akan terkesan dengan suguhan "friendship" yang membuat mereka senang. Setiap pertujukan/event Indonesia harus gencar menyuguhi makanan khas Indonesia secara gratis. Seperti diketahui, kuliner Indonesia kalah saing jauh dari negara tetangga Thailand, Jepang, vietnam yang gencar mempromosikan kuliner khas negara mereka.

Kesimpulan :

Belgia sebagai jantung Eropa merupakan persimpangan budaya dari berbagai negara Eropa. Segala kegiatan budaya yang terjadi di Belgia bergaung ditengah negara Uni Eropa. Letak strategis ini menjadikan Belgia tempat berlangsungnya kegiatan budaya multikultural.

Dalam ikut serta mempromosikan kebudayaan Indonesia diluar negeri beberapa hal yang harus dicermati yaitu diantaranya :

1. Pembuatan profile artis/grup/seniman secara jelas, akurat kedalam bahasa setempat.

2. Kedisiplinan waktu dalam persiapan memohon undangan harus dalam jangka waktu minimal setahun, agar para penyelenggara dapat mempersiapakan dengan baik.

3. Kerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang dituju dalam hal ini : KBRI, KJRI atau Konsul kehormatan RI

4. Membangun jaringan dengan komunitas pecinta Indonesia untuk menyebarkan informasi pertunjukan seni melalui medsos dll

5. Memanfaatkan sponsor dari Indonesia

6. Materi seni yang ditampilkan unik, etnik fussion, tradisional atau modern membawa pesan-pesan sosial, dibicarakan, didiskusikan, kontroversi dll.

7. Makanan khas Indonesia selalu hadir secara gratis ditengah event budaya Indonesia.

8. Dalam pengaturan event budaya, kurangi ceremonial, lepaskan protokoler, jauhkan dari kesan "ribet", justru bernafas simpel akan memberi kesan indah dan berbinar.

Kamis, 28 Januari 2021

Perjalanan unik dan menukik, Gamelan Mulut dalam Toraja Festival 2020.

 




Wah, inilah perjalanan terjauh yang saya lakukan di Indonesia nih. Gamelan Mulut berpartisipasi dalam 8th Toraja  International festival. Oleh pihak penyelenggara saya diharapkan berkolaborasi musik dengan musisi Italia yaitu Annelo. Anello seorang musisi hebat, yang memainkan berbagai alat musik dari Arab. Annelo tinggal di Bali, yang memiliki pengalaman segudang di berbagai event international.

Pada  tgl 10 Desember 2020 saya berangkat dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Hassanudin Makasar. Perjalanan lancar dengan durasi perjalanan 1,5 jam. Setibanya di Makassar, kami dijemput oleh seorang driver yang telah siap siaga mengantar kita menuju Toraja. Asal tahu saja, sehari sebelum berangkat kita harus melakukan rapid tes covid19. Biaya rapid tes  ditanggung panitia seharga rp 150.000.  Hasil rapid tes adalah  negatif. Horeeee....

Perut sudah mulai bergumam protes, makan malam harus segera dilakukan. Dimana ada restoran ya ? Tepat pukul 20.41 Saya, Annello dan Alisson menemukan restoran enak yang bernama Rumah Makan Dieng di Makassar.  Pelayan ramah, makanan enak, lezat pokoknya membuat kita puas dan kenyang ria. jangan lupa . bayar dulu sendiri-sendiri ya, nanti dirembours belakangan oleh Panitia. Semua bisa diatur bro. Sejam kemudian kita melanjutkan  perjalanan menuju Toraja yang jauh diatas sana. . 

Saya duduk dikursi depan, saya intip di google map, buset ternyata jaraknya ke toraja 316 km. Menurut perkiraan google map waktu tempuh adalah 8 jam. Dahsyatkan !  Benarkah akan ditempuh dalam 8 jam perjalanan. Ikutin terus ya.....

Perjalanan demi perjalanan dilalui, setiap tiga jam kita beristirahat di SPBU dan juga  rumah makan. Mobil berjalan agak lambat, ada banyak truk malam yang lewat menyebabkan kendaraan melaju pelan. Agak ngeri juga dijalan, tidak ada lampu, ditengah perbukitan tanpa penghuni dan sepi. Malam yang gelap, tidak adanya pemandangan menyebabkan perjalanan ini kurang mantap. Tapi sudahlah, harus dilalui, dinikmati, yang penting selamat sampai tujuan.

Esok paginya tgl 11 Desember 2020 Pukul 05.00 saya sudah tidak tahan dengan goncangan kendaraan. Jalan yang berliku, menukik tajam, menurun curam membuat saya mabuk tak berdaya. Dan goncangan yang berliku liku, jalan yang kurang nyaman menyebabkan saya berhenti di suatu tempat dan muntah. ueeekkk......! Kasihan dech looo broo....Saya mencoba menenangkan hati, tertidur sebisanya. tetap saja mual-mual, aduh lamanya sampai. tahan ya dikit lagi sampai di tempat tujuan.

Jreeeeng .... saya terbangun. Terlihat rumah khas toraja melengkung indah di perbukitan. Matahari pagi bersinar cerah. Jalan-jalan di toraja rupanya sudah berhotmix mulus.  Membuat perjalanan menjadi lebih  nyaman. Ada rasa optimis dan bersemangat serta jauh dari rasa mual perut. Toraja semakin dekat, tempat pertunjukan yang bernama To'Tombi Negeri Diatas Awan sudah di depan mata. Nah, pukul 07.00 teng tibalah saya di tempat pertunjukan. ini, wah Cantik..luar biasa ......aaaaahhh !



 Selanjutnya dengan wajah muram, capek, perut mual saya menuju hotel tempat para artis menginap. Hotelnya terletak di Tongkonan Lempe Negeri diatas Awan, kira kira 10 menit dari tempat pertunjukan. Tongkonan lempe juga tidak kalah cantiknya. menakjubkan. Dihotel ini saya rilek, istirahat, makan siang dan tertidur sebentar. 


 



Pada pukul 17.00 diadakan sound check, namun hujan turun dengan lebatnya, membuat semua berantakan. Saya sempat juga memasang peralatan loop station untuk gamelan mulut tapi hujan membatalkan semuanya. 

Esok harinya, tgl 12 Desember pukul 05.00 pagi pertunjukan dimulai. Pagi yang mulai merangkak dengan awan putihnya bermandikan sinar matahari, para undangan mulai memasuki tempat pertunjukan. Penonton tidak banyak karena masa pandemi, penonton umum akan menonton di chanel youtube lokaswara pada tgl 19 Desember 2020.

Berbagai grup hadir berpartisipasi dalam festival ini. Program festival ini sangat variatif dan menampilkan musisi lokal daerah, dari jakarta dan international. Panggungnya unik di atas awan, membuat pemandangan menggiurkan terlihat. Sungguh diluar dugaan, cuaca sangat mendukung. Padahal hujan turun lebat  ketika sound chek kemarin malamnya. Saye pikir event ini akan batal atau tertunda. Ternyata cuaca cerah di hari H nya. 

Tibalah saya melantunkan Gamelan Mulut seorang diri. Terus terang karena kurangnya sound check hasil soundnya bagi saya agak kurang memuaskan. Tapi nggak apalah, selanjutnya adalah pertunjukan saya dengan Annelo dimulai. Asyik juga kolaborasi, membuat tepuk tangan riuh dari penonton. Saya menggunakan topeng Gamut dan Man Kenyung beradu ritmis dengan topengnya Annelo. Ada yang khas dan unik serta special pakai 2 telor. Lumayanlah kita sempat menghibur penonton dan kolaborasi berjalan sesuai harapan.  Terakhir kita undang Alisson keatas panggung menari perut dalam pertunjukan final. Lumayan penonton sumringah melihat perut penari bergoyang....hihihi. Lagi penonton mendelik sumringah melihat goyang penari dari UK ini.

Pengalaman pertunjukan  ini tentu sangat menarik dan unik. Penuh aneka rasa, petualangan perjalanan, singkatnya waktu, bertemu para seniman lain, penyelenggara yang ramah, akomodasi yang OK,  top cer serta pemandu artis yang baik hati dan keren.  Terimakasih Toraja dan Panitia,.Gamut telah hadir di negerimu ..... muaaachhh !








silahkan tonton disini videonya di links dibawah ini ; 

Gamelan mulut di toraja festival

MENGAIS HARAPAN VIA VIRTUAL

 



Jika seniman kita tidak mengikuti perkembangan peradaban global dan tanpa pengetahuan tekhnologi digital, sudah pasti kita akan selalu tertinggal.  Seniman dituntut mampu beradaptasi dengan gejolak sosial dan realitas di masyarakat. Memahami situasi dan aktualitas berita dalam keseharian sebagai upaya mempertajam pikiran kritis dan memperkaya daya cipta.

Sesungguhnya semua orang memiliki waktu luang berlimpah. Tinggal dimanfaatkan secara bijak dan bermanfaat. Bersyukur bagi seniman yang bisa mengatur waktu luang diisi dengan  cipta karya. Karya yang baik tentu akan diterima dimasyarakat. Jika tidak, tentu akan melorotkan motivasi seniman untuk berkarya. Disinilah seniman melawan dirinya sendiri, akankah  seniman memperoleh kesempatan tampil dihadapan publik secara rutin ? Jawabannya Belum tentu.

Konflik diri melawan lemahnya motivasi membuka pikiran dengan mendongkrak  hati nurani bahwa " kita harus mencoba terus, menjelajah sesuatu yang lain, mencari-cari tanpa ambisi"

Tanpa disadari ditengah krisis ini seniman tidak terlindungi, mereka mengais upaya sekedarnya untuk bertahan hidup. Diantaranya trend kontens edukatif yang menghibur dalam youtube membuka peluang usaha dengan program monetasi youtube. Namun itupun tidak semudah yang dibayangkan.




GAMUT - GAMELAN MULUT

Pada bulan Maret 2020 lalu, pandemi meluluh lantakan aktivitas seni dan budaya. Walaupun demikian sebagian seniman tetap berupaya  memanfaatkan waktunya dengan menghasilkan karya. Diunggah ke youtube hitung-hitung menghibur diri, menanggulangi stres dan menambah konten kreatif.

Bulan April 2020, salah satu konten youtube yang menjadi perhatian publik adalah Gamut( Gamelan mulut). Gamelan Mulut adalah menyuarakan bunyi gamelan dengan suara vokal. Gamelan mulut dengan dua tokoh bertopeng Bli Gamut dan Man Kenyung viral di medsos dengan keunikannya. Bli Gamut menyuarakan gamelan bali dengan suara vokal "nyang nying nyong nyeng sir pung nang". Sedangkan  Man Kenyung adalah tokoh manis lembut tersenyum yang merupakan warga keturunan Bali - Belgia. Man Nyung ingin tetap produktif dimasa pandemi dengan berjualan sayuran dan daluman secara online.

Dengan diterimanya Gamut oleh publik, mencuatkan video berseri yang berjudul #Petualangan Gamelan Mulut. Petualangan ini menitik beratkan dalam hals :
1. Eksplorasi  gending  gamelan Bali yang digamutkan.
2. Pembelajaran Tekhnik olah vokal
3. Penemuan Agem lukus
4. Pembelajaran Teater Seni peran
5. Hiburan
6. Seni Videografi




Adapun beberapa materi seni  yang  digamutkan antara lain : trunajaya, oleg tambulilingan, pendet penyambutan, topeng tua, rejang sari, rejang renteng dan tabuh bleganjur serta tabuh kreasi.

Sedangkan karya original yaitu gamut vs man kenyung, new normal, ayo kreatif mari produktif, care janger pegok (Pop Bali), kanti kisut (pop bali), lomba gamut tingkat dunia dan man kenyung's holiday.

PERTUNJUKAN VIRTUAL DISBUD
Pada bulan Juni lalu, gamelan mulut berpartisipasi dalam seni virtual yang diselenggarakan oleh Disbud Propinsi Bali. Gamut menampilkan pertunjukan yang berjudul "Ayo kreatif, Mari produktif" yang didukung oleh sekehe Genggong Qakdanjur Br. Pegok Sesetan.

Pertunjukan  virtual ini merupakan pilihan yang tidak bisa dihindari dalam masa pandemi ini. Kegiatan ini secara nyata membantu seniman melangsungkan hidupnya. Bisa dibayangkan seniman yang menjadi ujung tombak keunikan Bali tidak diakomodir karya mereka. Jelas aktifitas mereka mati suri tanpa penghasilan. Bali yang berhamburan dolar, justru senimannya yang modar. Lucu kan !

HARAPAN DAN USULAN
Para followers, viewers dan  creators  yang akan aktif menyaksikan tayangan seni virtual kedepannya adalah dominasi generasi milineal. Generasi yang berkarakter instant, kritis dan maniak medsos.

Dalam menunjang seni virtual koneksi internet mesti lebih cepat dan dapat disediakan secara gratis di ruang publik.

Kemudian sumber cerita atau tema yang ditonjolkan lebih bersifat aktual (terjadi saat ini), edukatif (lingkungan), realistis ( masuk diakal), futuristik (sentuhan masa depan)

Dalam kaitanya dengan seni virtual dimasa mendatang, fakta diatas perlu dijadikan strategi publikasi. Semakin banyak viewernya itu artinya mendapat tempat di hati masyarakat.

USULAN
1. Ciptakan sistem konser virtual secara live streaming, mengundang senimannya dalam sebuah ruang digital lengkap dg sounds dsbnya.  Kalau sekarang melalui proses editing, nantinya secara langsung dengan koneksi internet super rapid (cepat).
2. Kurangi durasi prolog atau intro sambutan dalam setiap karya.
3. Berikan apresiasi dalam format surat penghargaan kepada para partisipans.
4. Pertunjukan virtual diharapkan dijadikan agenda budaya tahunan yang dapat melibatkan seniman lokal, nasional dan internasional.