TITI LARAS KARAWITAN
BALI
Titi laras karawitan Bali adalah sistem tangga nada atau
simbol notasi yang mengatur tinggi rendahnya bunyi dalam musik tradisional
gamelan Bali.
Pengertian dan Jenis Titi Laras Bali
Pengertian :
Titi laras berasal dari kata "titi"
(nada/notasi) dan "laras" (tangga nada atau sistem penyeteman).
Laras dalam Gamelan Bali
Pelog (Saih Pitu / Saih Lima): Tangga nada dengan
interval tidak sama, umumnya memiliki tujuh nada (saih pitu) atau lima nada
(saih lima) dalam satu gembyang (oktaf). Slendro: Tangga nada dengan jarak
antar-nada yang relatif seimbang.
1. Sekar Rare
Sekar rare juga sering disebut gegendingan. Lirik dan bait dari sekar rare
cenderung sederhana, mengandung pesan-pesan moral menggunakan bahasa Bali yang
juga sederhana. Sekar rare biasanya digunakan saat anak-anak bermain. Contoh
sekar rare antara lain Meong-meong, Made Cenik, Juru Pencar, Cakup Cakup
Balang, dan lain sebagainya.
2. Sekar Alit
Sekar Alit sering pula disebut dengan istilah pupuh atau geguritan atau
macepat. Sekar Alit memiliki aturan (uger-uger), antara lain banyaknya baris
pada setiap pupuh, banyaknya suku kata pada setiap baris, serta labuh suara
(lingsa) kata terakhir setiap baris.
Beberapa istilah dalam Sekar Alit yang perlu diketahui antara lain:
Guru dingdong, yaitu suara akhir pada setiap baris (a,i,u,e,o)
Guru wilang, yaitu jumlah suku kata dalam satu baris (satu gatra)
Guru gatra, yaitu jumlah baris dalam satu bait (pada)
Contoh sekar alit antara lain :
Pupuh Sinom, Pupuh Mijil, Pupuh Pucung, Pupuh Ginanti,
Pupuh Durma, Pupuh Semarandana, Pupuh Ginada, Pupuh Maskumambang, Pupuh Dandang
Gula, Pupuh Pangkur.
3. Sekar Madia
Sekar madia juga disebut kidung, yakni tembang yang mempergunakan bahasa Jawa
Kuno, Jawa Tengahan dan Bali Alus. Kidung biasanya berisi puji-pujian terhadap
Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dinyanyikan saat upacara keagamaan.
Kidung biasanya disesuaikan dengan jenis upacara atau yadnya yang dilakukan.
Ada kidung Dewa Yadnya, kidung Manusa Yadnya, kidung Bhuta Yadnya, kidung Rsi
Yadnya, dan kidung Pitra Yadnya.
Salah satu contoh kidung Dewa Yadnya adalah Kidung Wargasari yang biasanya
dinyanyikan ketika memulai sebuah prosesi persembahyangan.
4. Sekar Agung
Sekar Agung dikenal pula dengan istilah kekawin atau wirama. Bangunan lagu
Sekar Agung diikat oleh guru lagu. Guru berarti berat atau panjang dan lagu
berarti pendek atau ringan.
Sekar Agung menggunakan bahasa Jawa Kuno yang isinya mengandung nilai-nilai
serta filsafat kehidupan yang tinggi.