Selasa, 24 Agustus 2021

Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 6

 Berjemur di Pagi Hari, Jumat 29 Januari 2020

Horeeeee ! panas menyengat. Udara berhembus sedang, suara gemuruh ombak membangunkan kita dari tempat tidur. Saatnya memanfaatkan udara dan panas yang sehat dari Balkon hotel ini. Katanya sih menguatkan imun, merasuki vitamin D ke dalam tubuh, dan tentunya menghalusinasi pikiran negatif menjadi positif thingking. Pikiran ini harus diberikan asupan semangat, optimisme dan energi agar kita bisa melewati masa isolasi atau karantina ini sesuai prosedur yang diterapkan. 



Sarapan, minum vitamin dan ngeteh jeruk nipis plus madu kele membuat bibir dan lidah lincah bergerak. Pagi ini nasi goreng dengan jus jambu merah merekah, serta jajanan pasar. Rasanya ok ok saja, kurang panas nasinya. Pasti bikinnya kemarin ya..hehehe. Kalau bisa dikritisi, mohon masaknya pagi-pagi agar lebih panas dan segar.. Tapi gpp kok, saya hanya bisa ucapkan makasi kepada para petugas sudah menyediakan makanan. 

Oh ya, pasti lihat gambar diataskan ? Madu, jahe, jeruk nipis dikirim oleh keluarga melalui Gojek.  Menggunakan jasa gojek bolah kok. Asal tidak bertransaksi dengan uang cash.. Caranya, kita minta keluarga yang bayarin dulu dirumah, terus dikirim ke tempat karantina. Ingat  mengirim barang harus antara  jam 15.00 - 18.00.



Sore hari saya termenung bosan. Mulai bosan dengan isolasi. saya menoleh ke pantai sanur hanya melihat perahu yang itu itu saja. Bout atau perahu itu tidak pernah berlayar saya lihat. tertambat digeruduk ombak kecil goyang kekanan dan kekiri. . Mungkin karena pandemi ya, turis tidak ada. Perjalanan laut ke nusa penida juga jarang. Akhirnya perahu atau bout tidak berlayar. kasihan juga ya..



oh ya, Suasana malam ini begitu syahdu. Hujan turun dimeriahkan oleh petir petir kecil. Dari kejauhan kilat menyambar lumayan buat tontonan gratis di malam hari. Perlu diketahui juga bahwa hotel ini sepertinya sudah berasa banyak orang. lantai 3, 4, 5, 6, 7, 8 sudah merebak dg orang-orang. Saya ngintip dari kamar saya no 820 di lantai 8, semua pada keluar balkon ada yang bergerak senam, ada yang bengong, ada yang batuk batuk dsbnya. Setelah beberapa hari  sebagaian orang ada yang sudah pulang karena hasil swab negatif.

Para pembaca, Jangan terlalu khawatir ya, jika anda kemasukan virus covid19 dan di isolasi di hotel, lakukan dan turuti aturan yang diterapkan. Tidak boleh berkeliaran seenak udel keluar ruangan, jika butuh sesuatu tinggal telpon 0 atau 2. Semua difasilitasi. Jika sabun mandi habis, tinggal call saja kepada petugas jaga. Dalam  beberapa menit kebutuhan anda akan diberikan. 

hmmmm.....malam semakin larut. Anak saya serius menonton acara tv dengan titel Spiderman.  Saya inget kuren saya yang berada di tempat isolasi Prime Plaza hotel. Kangen Nok. Saya lebay ya....ampure. Kita isolasinya terpisah karena sistem kone. hahahah  bruuuttt.....sudah ya, saye kiap dan ingin  tetidur pulas....anak saya bilang papa ngengkis atau ngorok halus....hihihi


Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 5

 Selamat pagi para pembaca

Hari ini tgl 28 Januari 2020 saya dan anak masih di karantina di Hotel Grand Inna Bali Beach.

Tanpa di sengaja lagi, saya lihat HP terlihat lagi jam dengan nomor kembar yaitu :07.07. Angel number lagi, saya cek artinya di google adalah sbb : 

angel number 07 07 is a sign that you are on the right track in your life. Your angels are supporting you and they will be there to help you whenever you have problem.

jadi nomor diatas 07 07 kembar memberi ruang positif untuk saya berpikir, ada optimisme dalam setiap halangan atau rintangan yang dihadapi. Asal tahu saja, angel number menurut saya memberi gambaran umum yang positif selama saya melihat arti  number kembar di google. Entahlah bisa di percaya atau tidak.







Pagi ini benar cuaca cerah membahana. Matahari menyengat dari jam 07.00 Saya berjemur agar mendapatkan vitamin D dari pantai sanur ini. Tidak lupa sarapan pagi yang disediakan adalah Bubur Ayam dan jajanan pasar yang terasa enak dan sedap dibawah teriknya matahari pagi. Oh ya ketika mengambil sarapan pagi, seperti biasa didahului dengan cek suhu, suhu saya top cer 36 drajat. Terlihat antrian pengambilan makanan, dan suasana petugas yang jaga jarak dengan kita para pasien covid. 





Hari ini berlalu seperti biasa, isolasi di hotel ini saya berusaha ambil kesan positif. Jangan terlalu banyak berpikir terhadap Covid ini, dilalui saja, ada proses penyembuhan, dan ikuti apa yang diperintahkan oleh petugas, disiplin dan sbagainya. Pikiran positif akan membuat kita menjadi tenang dan melalui isolasi yang bagi sebagian orang barangkali susah ya.

Dalam sebuah kesempatan, saya melihat ada seorang tua nenek neneknya isolasi juga di hotel ini. Saya berpikir mudah mudah dia tidak sendiri di hotel. Karena bagaimanapun juga apakah dia punya WA ? karena semua komunikasi via WA. Barangkali dia si nenek maksudnya bersama keluarga. Karena kemungkinan berpisah tempat isolasi antar sanak family bisa terjadi.seperti yang terjadi antara istri yang sampai sekarang terpisah dihotel yang berbeda.

Malam semakin larut, saya dan anak makan malam sudah kenyang. Nafsu makan saya sendiri sangat luar biasa. Berbeda sebelumnya dimana nafsu makan jadi berkurang, bahkan berat badan sempat turun.  Nonton TV National geografic chamel kesukaan saya menonton Wild animal yang merupakan favoritku. Chanel ini menemani saya hingga tertidur pulas. sssssssstttttt






Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 4



Hari ini pukul 06.06 Rabu, 27 Januari 2020, 

Saya bangun mengintip jam di HP. Wah, nomor kembar lagi secara tidak sengaja selalu melihat nomor kembar. Percaya tidak percaya bro, saya cari di google  06.06 angel number artinya good sign of love. you should rejoice and be happy when it appears in your life. Oke dech, cintaku terhadap keluargaku terutama anak dan istri memang semakin lengket semenjak di karantina. ada rasa kangen berat terutama terhadap kurenku ane paling jegeg tersayang yang di karantina terpisah dengan diriku, Bruuuttt1 tapi angel number ini ada benarnya.

Cuaca pagi mulai merangkak cerah. Matahari belum terlihat terbit karena diselimuti awan mendung. Gunung agung di kejauhan cantik dikerubuti awan putih di puncaknya. Dia diam saja, tidak pernah bicara sekali bicara meletus. Ombak semakin cerewet di pagi hari. Saya senang mendengarnya alami suara alam, tidak ada suara mobil atau motor. Pokoknya tempat yang menenangkan di hotel Grand Bali Beach.

Dari Balkon hotel ini, sekumpulan orang mulai buka baju dan celana, waooo, oh ternyata mandi pake celana pendek. Iyaiiih terlihat dari ketinggian. jangan ngeres bacanya ya. terus ada yg mojok dibawah pohon becinta bagai kedis crucuk saling mesra. Artinya suasana disini romantis, menenangkan, nyaman, dan segar. Hampir lupa ada beberapa orang membersihkan pantai, pantesan pantai ini selalu bersih. Profesional orang bali disini di pantai sanur ini.

Pukul 07.00 teng, saya menerima WA dari grup karantina. Kita diminta turun ke lobby mengambil sarapan, madu kele, vitamin dan penyaplok bungut (masker). Para victim covid mulai berdatangan dan antri makanan.Suasana biasa saja, cerita tentang masing-masing di karantina. Rileks tenang dan santai


lanjutannya bagian 5

Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 3






 Selamat pagi bro, dari Grand Bali Beach sanur tgl 26 Januari 2020.

Cuaca pagi segar bugar, Dari ketinggian terlihat masyrakat olahraga dan mandi di pantai depan hotel kita. Bout/Kapal/perahu/jukung terdampar bergoyang di pesisir pantai. suara ombak menyeruak dengan hembusan angin semilir. menyemangati hati ini untuk segera sembuh total dan jauh dari si Covid yang nyebelin.

Jam 07.00 saya bangun seperti biasa, semangat berjemur sambil minum teh madu jeruk nipis jahe. Minuman Herbal yang tidak pernah lepas dalam keseharian. Seperti biasa kita ambil nasi box untuk sarapan  di lobby bawah sekaligus tes suhu badan. Kondisi saya segar bugar kencang lincah dan rilex. Pokoknya tampak sehat dan segar, tapi covid dibadan masih selingkuh dengan saya di dalam badan ini. Pokoknya berpikir positif, makan selahap mungkin, nonton tv, kalau rindu istri tinggal WA. Saya senang hari ini, istriku tercinta sejagat raya telah membaik, dan saya lihat dia sedikit ajum membersihkan ruangan depannya sambil bervideo ria. Artinya bayune sube ngeluungang. 

Sarapan mantap !

pagi ini saya mengambil sarapan yang super mantap yaitu nasi kuning dan snack jaje bali. Terimakasih kuucapkan kepada seluruh petugas yang telah memberikan kita hidangan yang lezat sehat dan bergizi. Saya menjadi bersemangat untuk kesembuhan dari si covid ini. 



Makan siang Jaen Be tutu

tepat pukul 12.00 saya menuju depan lift lantai 8, mau ambil makanan. Aiiiittttssss.....1 ternyata sampah masih ada dan bertambah meluber. Baunya mulai menusuk. Padahal paginya ketika cek suhu, saya yang tinggal di kamar 820 ini sudah enginfokan. tapi sudahlah....kalau kita komplain jelek asane, kalau tidak dikomplain lebih jelek asane. Nah, terserah gen be, yang penting cang  enggal sembuh.  

 








Horeeee....Pukul 16.30 sampah sudah dibersihkan. Makasi bapak ibu petugas yang sudah bekerja lelah membersihkan.



baca lanjutannya : bagian 4

Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 2

 Hari ini adalah tgl 25 Januari 2020

Hari ini adalah hari ketiga saya berada di hotel Grand INNA Bali Beach Sanur. Hotel yang ke sohor bintang 5 membuat saya menjadi tenang baik pikiran maupun hati. Pagi ini sarapannya bubur bali dengan jukut meurab terasa enak dan membuat anak saya lahap juga makannya. Saya juga hidangkan teh jahe, plus madu untuk membuat kerongkongan terasa segar dan agar batuk ini mereda.

Tepat pukul 9.30 kita menerima WA dari petugas karantina  agar melakukan swab tes kepada grup pertama yang tiba di hotel ini. dilihat di daftarnya ada sekitar 70 orang yang diswab. Saya dan anak mengikuti prosedur yang diperintahkan pokoknya Cunguhmu di ancuk (hidung dimasukin alat0, agak meklijengan dik matamu (seperti ngiler ngiler dikepala), beberapa saat kemudian selesai. Saya sih santai saja, sambil melirik madu kele kele yang tersedia. Intinya  santai saja . nanti kita tunggu hasilnya, kalau negatif pulang. Dalam perjalanan menuju lif lantai 8 saya melihat ibu-ibu sedang menaiki tangga. Kasihan, seperti tumben. Dalam percakapan di lift, sang ibu dari singaraja. Aduh jauh sekali isolasi ke denpasar, capek dijalan ya...kasihan. 

Pukul 19.00 via WA saya menerima hasil swab yang ternyata masih POSITIF. Jadi harus dikarantina lagi 7 hari kedepan.

oh ya, barusan jam 1.00 siang sampah yang di lift masih, saya foto hihi. Terus saya telpon, saya bilang saya mau bantuin bersihan sampah di lift lantai 8, petugas recepcinist bilang terima kasih. Saya mau kok jadi volontir gpp, kasih saja  plastik besar sampah hitam, kita masukin dan saya bawa turun, gpp kok. ternyata tetap saja menumpuk. Kasihan juga sih, mungkin petugasnya  takut kali ya...gpp dech, kita sabar saja.



baca lanjutannya disini : bagian 3


Aduh kena juga Covid19, tidak apalah lalui saja - bagian 1


Kok bisa kena Covid 19 ?

Jawabannya hmmm.... kita juga tidak tahu. Awalnya saya sempat batuk dan gejala ringan mual, kondisi kurang fit. Selang beberapa hari kemudian, giliran istri saya sakit, karena tidak tahan, terus dibawa ke UDG  RS Siloam Kuta.  Rs memberlakukan tes swab pada tgl 20 Januari 2021  hasilnya Positif Covid19 untuk istri saya bro. Pikiran saya, Ya sudahlah terima saja. 

Atas saran Puskesma kami sekeluarga harus melakukan tes swab. Tgl 22 Januari 2021 kami sekeluarga melakukan tes swab di Puskesmas Denpasar Selatan Pegok,  hasilnya 2 anak saya positif sedangkan satu lagi yang cewek hasil tes swabnya negatif. 

Karantina yang berbeda 

Singkat cerita, saya, istri dan 2 anak saya di isolasi atau karantina. Saya berusaha berpikir positif dengan situasi dan kondisi dimana saya berpisah dengan istri dalam penanganan covid di Bali ini. Saya berusaha berkomunikasi kepada para petugas baik di puskesmas maupun di tempat karantina, Bisakah saya berkumpul dengan istri tersayang ?. Jawabannya ''karena sistem, bapak tidak bisa bersama dengan istri.'' agak kesel sih...Okelah saya terima saja apa adanya. tapi hati saya tidak bisa dibohongi karena istri kurang nyaman dengan orang lain. Namun demikian kita selalu beri support istri agar dia selalu semangat bro. 

Tgl 20 Januari, istriku diharuskan melakukan karantina di sebuah hotel. Di awal pembicaraan petugas Puskesmas memberitahukan tempat karantina kemungkinan di Belle Swiss Kuta  atau Hotel  Armada. Ternyata saudara saudara, istri saya diisolasi di hotel Prime Plaza Sanur. Istriku tinggal sekamar dengan seorang bernama Arik yang juga tertular covid. Istriku berusaha tenang, walau sedih dan jauh dari anak dan suami. Kita hanya memberi semangat via whatsapp group..

Selang dua hari, yaitu tgl 22 Januari, Pukul 18.30 saya dan anak diharuskan melakukan karantina di Grand Bali Beach. Aduh sedikit bingung. Padahal kita sudah berada di loby Prima Plaza. Petugas memindahkan kita menuju  Grand Inna Bali Beach. Sedih, tidak bisa menemani istri di Prime Plaza.   Saya dan anak menempati kamar 820 dengan panorama view pantai Sanur yang apik. Kita berupaya  menenangkan hati dan pikiran. Kondisi saya dan anak sih lumayan baik, ada gejala batuk kecil serta dada seperti kekurangan oksigen [nyeri dada]


Tgl 24 Januari, anak saya pertama Hendo juga dijemput dari rumah oleh ambulance untuk dikarantina di Hotel Plaza Sanur. Saya agak lega bahwa anak saya pertama bisa bertemu ibunya di hotel. Berharap ada yang menjaganya walau tidak sekamar. Gpp. Nah yang kasihan adalah anak saya yang perempuan masih sendiri di rumah. Tapi dia sangat berani umurnya yang masih 15 tahun sudah bertindak dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan dirumah sendiri.

Apakah saya panik atau merasa dikucilkan ketika kena Covid ???

Jawabannya tidak sama sekali. Pandemi  covid19 setahun telah menghancurkan dan mengoncangkan dunia. Setiap hari kita mendengar berbagai informasi pandemi ini. Informasi sudah kita ketahui bersama,  pencegahannya, penangananya, akibatnya, dan sebagainya.  Saya berusaha membaca informasi covid dari sumber yang benar.  Himbuan pemerintah harus dipercaya, jangan termakan info Covid Hoaks melalui medsos yang tidak benar. Intinya kita siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Panik dan dikucilkan adalah hanya pikiran sempit saja.  Saya pikir kita harus bersikap lebih bijak dan tenang menghadapi ini semua. Kalau terkena virus saat awal pandemi, barangkali panik dan dikucilkan bisa terasa. Sekarang sih biasa saja. Kita jalani saja ya...


Bagaimanan penanganan atau fasilitas di karantina ?

Saya jawab dengan jujur adalah sangat baik Saya sudah 2 malam di kamar hotel ini. Layaknya  turis di hotel, suasana  nyaman dan menyenangkan dengan indahnya Pantai Sanur. Ada tempat tidur, wc, balcon, handuk, kulkas, sikat gigi, pokoknya lengkaplah. Kebetulan juga pada tahun 2013 lalu, saya pernah menginap sekeluarga disini selama 3 malam. Artinya pernah menikmati indah dan nyamannya hotel ini. heheheh..bruuuuttt.



Makanan disediakan 3 kali sehari, Hebat. makanannya enak bro. Semua habis saya makan, maklum ya saya adalah penggemar traveling jadi makanan apa yang dihidangkan saya  akan selalu bilang enak. Disini ada bubur, nasi goreng, onde-onde, buah,  kopi, teh, air galon, pokoknya Top Cerrrrr ! harus berpikir positif.!!

Petugas ramah atau gimana  di karantina ?

Petugas karantina yaitu perawat, dokter atau recepsionis semua bertanggung jawab. Pelayanannya cepat, ramah dan tertangani. Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Contohnya ketika tidak ada handuk dikamar,  terus saya tanyakan ke petugas via telephone. Dalam hitungan menit handuk sudah tersedia di lobby hotel, hanya saja kita harus ambil sendiri. 

Ada yang perlu di kritik nih ?

Tumpukan sampah plastik makanan meluber di depan lift di lantai 8. Tempat sampah sih tersedia, cuman mestinya sampah diambil tiap hari oleh petugas jangan dibiarkan menumpuk. bau brooo...tolong ya. ini penting bersih membuat pikiran kita tenang, kalau kotor dan  bau tahulah apa yang ada dalam mood kita, sangat bruuut banget. Walaupun begitu, maksud hati ingin bantuin buang sampah, Saya telpon petugas.

 '' Pak, sampahnya menumpuk di depan lift ? kalau tidak ada yang berani ambil, saya maun bantuiin ya ? Atau berikan saja masing-masing plastik sampah hitam yang besar nanti kita kumpulkan, ''.  Petugas recepsionist sepertinya ngerti maksud saya....tapi saya tunggu-tunggu  saya jepretkan foto sebagai bukti. Maaf ya pak. 


baca lanjutan ceritanya disini ya : https://ciaaattt.blogspot.com/2021/08/karantina-di-grand-inna-bali-beach.html







Minggu, 30 Mei 2021

Gamut - Like Share Comment - Album Pop Bali Perdana


Single Album : Like Share Comment

(Gamut – Gamelan mulut)

 



Masifnya pengaruh info yang beredar dalam berbagai media sosial membuat hubungan sesama menjadi longgar hingga permusuhan.  Akibat kurangnya ketenangan hati nurani, kurang berpikir bijak, meletupkan emosi berakibat permusuhan semakin lebar.  Semestinya kita sadar, yang rugi akibat permusuhan itu adalah kita sendiri. Sepertinya kita kurang daya  untuk mencari solusi. 

Gamut atau Gamelan Mulut dalam petualangan kreatif di medsos mengkemas gagasan baru dalam lagu pop Bali. Kemasan itu berupa sisipan ritmis gamut yang memperkaya melodi.  Suara vokal gamelan mulut memberi aksen unik dengan logat meniru suara gamelan melalui tekhnik kotekan yaitu polos sangsih.  Lirik lagu ini bercerita tentang drama media sosial yang semakin hari menjadi persoalan umum hingga perselisihan.  Tersirat  makna dan nilai edukasi berupa teguran, antisipasi, instropeksi diri dan solusi. Kecerahan hati  akan selalu bersinar, jika kita berpikir lebih bijak dan tenang dalam menghadapi persoalan tersebut.

Sebagai genre musik baru  gamelan mulut yang disingkat GAMUT menawarkan nuansa baru dalam pertunjukan musik Bali. Gamelan mulut diciptakan tahun 2015 oleh I Made Wardana (Bli Ciaaattt) di kota Brussel Belgia. Gamut mengkhususkan menyuarakan bunyi instrumen pemade, ugal, kantilan, kendang, kajar,  cengceng,  gong kempur mempergunakan suara vokal atau mulut. Bunyi-bunyi seperti "nyang, nying nyong nyeng" terdengar mendekati suara gamelan. Dalam serial Petualangan Gamut  di youtube terdapat aneka koleksi musik dan tari Bali yang diiringi Gamut diantaranya : tari pendet, margapati, oleg tambulilingan, trunajaya, topeng tua, bondres, rejang sari, rejang renteng dan karya original yang menghadirkan 2 tokoh topeng yaitu Bli Gamut dan MaNyung. Kemudian gamut dalam lagu pop Bali  yaitu Care Janger Pegok, Kanti Kisut, Like Share Comment, Irage Mejajal Mereka Mengangkasa, Suud Monto dan lain-lain.

Dalam mewujudkan single Album ini Bli Ciaaattt didukung oleh pemusik-pemusik handal dan tim videografi yang telah melalang buana dalam berbagai konser, pertunjukan musik di seantero Bali. Para musisi dan pendukung diantaranya Guitar (I Made Meitrya/Dek Nomik), Drum (Ida Bagus Dharma Winata/Gus De), Bass (I Made Priyana Ginada), Keyboard (Putu Naratama Nugraha), Videografer (Putu Sutama).

Lirik lagu

"Like Share Comment" (Bli Ciaaattt)

Yen irage mepunduh, mlahang pang sing labuh ( saling menghargai)

Yen irage megibung, mlahang pang sing ulung (selalu berhati-hati)

Jika kita berkumpul, awas jangan sampai terjatuh (saling menghargai)

Jika kita ‘’makan bersama’’, awas jangan mengotori (selalu berhati-hati)

If we are getting together, Be careful so we don't get fall (respect each other)

If we are eating together, Be careful so we don't get fall (always be cautious)

 

Yen irage mekerah sinah bakal benyah, Yen irage mesogsag sinah bakal enyag.

Sing dadi nyeroscos, like share Comment, Gumi di medsos ngelike ngeshare komen

Jika kita berkelahi pasti akan berantakan, Jika kita bertengkar  pasti akan runyam

Janganlah sembarangan, like share comment.

If we fight we will be crumbled, If we quarrel we will be shattered 

can't just blurt out, like, share and comment. The social media world is all about like-share-comment

 

Ngelike nak bajang, kurenne megedambyang, Ngeshare ne nyaplir, dadine meplintir

komen ne lantang, isine jeg megarang

Memberi Like kepada seorang gadis di medsos, istri berprasangka,

Memposting status hoaks menjadi ngawur

Memberi komentar panjang menjadi berantakan

When liking a girl on social media, the wives get mad

When sharing the wrong status, it becomes twisted

A long comment, but messy content

 

Melahang je ngabe pepineh, Laksana ane beneh

Ngudyang ngalih ane sukeh, Mekejang bakat pasti keweh.

Gangsarang tindak kuangan daya.

Berhatilah membawa pikiranmu, bertindaklah dengan bijak

Kenapa kita harus mencari yang sulit ?, kita akan menemukan yang rumit

Bertindak tanpa berpikir panjang menjadi tidak berdaya

Be cautious bringing your thought, Do good behaviour

Why should we make it difficult, All will become hard 

Act swiftly without proper thought

 

Yen iraga mesaut sinah bakal susut, Yen iraga ngerebut sinah bakal uyut

Sing dadi nyeroscos, like share Comment, Gumi di medsos ngelike ngeshare komen

Jika kita berteriak pasti menjadi  kusut, Jika kita rebutan pasti menjadi gaduh

Janganlah sembarangan, like share comment.

If we shout out it will become tangled, If we snatch it will become rowdy

You can't just blurt out, like, share and comment. The social media world is all about like-share-comment

 

Reff.

Elingang jak mekejang. Lan ngabe galang, ane galang a padang

Lantang ngabe basang , Tusing dadi dengang

Ngiring treptiang anggane soang soang

Wahai semuanya, Mari membawa suasana hati yang cerah dan ceria

Lebih bersabar, tidak boleh sembarangan. Jaga hati kita.

Please be mindful everyone, Let’s bring a light, a great enlightenment 

Be more patient. Do not be careless. Let’s just mind our own business

 



Siapakah Bli Ciaaattt ?

I Made Wardana atau sering disebut Bli Ciaaattt lahir di Pegok Denpasar Bali tahun 1971. Dari umur 5 tahun, orang tua dan saudara laki-laki dan perempuan mengajarkan gamelan dan tarian Bali. Pada tahun 1990, dia mengambil jurusan karawitan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar dan mendapatkan gelar Sarjana Seni Ssn selama 4 tahun. Penampilan permainan kendangnya sangat memukau publik dalam berbagai festival seni tingkat nasional dan memperoleh juara. Pada tahun 1994, I Made Wardana memperoleh penghargaan dari Gubernur Bali sebagai pemain kendang terbaik se-Bali dalam lomba mekendang "Jauk Manis" dalam Pesta Kesenian Bali. Selanjutnya diundang dalam misi kesenian Bali ke India, Korea Selatan, Belgium dan Jerman. Tahun 1995, Wardana membuat rekaman karya seni Bleganjur yang digemari dan populer dikalangan kaum muda. Pada tahun 1996, Prof. Dr. I Made Bandem, Rektor STSI Denpasar menugaskannya sebagai Duta Kesenian Indonesia ke Belgia atas kerjasama PEMDA Bali dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di  Brussel Belgia. Semenjak itu I Made Wardana diangkat menjadi Lokal Staf Fungsi Penerangan Sosial Budaya  KBRI Brussel.  Selanjutnya mendapat undangan mengajar dan pertunjukan  ke berbagai negara Eropa antara lain Inggris, Belanda, Jerman, Denmark, Portugal, Switzerland, Austria, Polandia, Luksemburg, Ukraina, Perancis, Swedia, Spanyol dan Irlandia.  

Pada tahun 1998  membentuk  "Sanggar Seni Saling Asah" yang beranggotakan warga Belgia dan Indonesia. Pada tahun 2009 - 2018  menjadi Ketua komunitas masyarakat Bali di Belgia - Luksemburg dengan kegiatan kebudayaan Bali di Pura Agung Shanti Bhuwana Belgia. Pada tahun 2009 -2014  mengkoordinir Festival Ogoh-Ogoh Eropa di Belgia  dan Belanda. Pada tahun 2015 di kota Brussel Belgia menciptakan Gamelan Mulut (Gamut) sebuah alternatif baru menyuarakan Gamelan Bali secara unik dengan vokal dan gerak humor banyol.

Facebook/youtube/twitter
: made agus wardana
Ig : Ciaaattt
WA : 081280404130