PORTOFOLIO
I MADE WARDANA
I Made Wardana, seorang seniman Bali
yang sangat kreatif mengembangkan diri secara terus menerus tidak saja seni karawitan
dan tari tetapi juga seni peran yaitu fragmentari, drama tari baik yang tradisi
maupun kontemporer. Penampilan karya
Gamut (Gamelan Mulut) dengan penokohan karakter bertopeng Bli Gamut dan Man
Kenyung mendapat sambutan hangat dan viral di Bali sebagai produk seni dengan
terobosan baru. Pada tahun 2020 kedua peran yang dimainkan oleh Wardana
ini telah berpartisipasi dalam festival
Virtual Dinas kebudayaan Provinsi Bali, Toraja International Festival, Sacred
Bridge Festival, Lokaswara festival, Denpasar Young Creative dan Festival Bali
Jani. Gamut Gamelan Mulut ini telah menjadi karya fenomenal yang merambah ke
berbagai belahan dunia yaitu tahun 2022 Gamut di ARTA Paris Perancis, tahun
2023 Gamut Europe Tour dan Japan Tour, tahun 2024 Gamut di Malaysia, Singapura
dan USA Gamut Tour di Amerika Serikat TAHUN 2025.
Gamut Man Kenyung
|
|
Kedua tokoh Man Kenyung dan Bli Gamut beradu
ritmis dalam upaya produktif dan kreatif dalam masa Pandemi. Kreatifitas
ini mencoba mengalihkan situasi sulit
ketika pandemi meniju normal walaupun tidak semudah yang dibayangkan.. |
|
Bali 2020 |
|
Gamut Romans
|
Sebuah keluh kesah kisah cinta dalam medsos.
Cuitan emoticon senyum, sedih, marah merupakan icon drama cinta diantara
keduanya. Tak disangka dan tanpa rupa musik menjembatani kisah cinta keduanya
mengalun manis tiada henti yang mengangkat sebuah optimisme sehati diantara
keduanya. |
|
|
Bali 2021 –
Denpasar Young Creative |
|
|
Stela
wanita kaya. angkuh dan sombong sebagai penguasa kapal pesiar mewah.
Memperkerjakan Harta seorang pria muda
yang baik hati dan berdedikasi tinggi. Pesta besar dilakukan didalam kapal
dengan mengundang para artis musik, teater dan tari. Ketika pesta telah
berakhir, sinar bulan menerangi lautan yang menakjubkan. Stela memerintahkan
Harta untuk mendayung sampan perahu
kecil menuju ke tengah lautan, hanya berdua saja. Tiba-tiba badai
menerjang dan membuat mereka terdampar di pulau terpencil tanpa penghuni.
Mencuat keangkuhan, keputusasaan, pertengkaran, perkelahian, kebencian,
percintaan dan seterusnya di pulau
tersebut. |
|
|
Bali
2023 - Bali Jani Festival |
|
|
Gamut The Frame
Show Aneka tokoh,
karakter, profesi ditampilkan dalam frame show sebagai bentuk ekpresi
perbedaan dengan iringan gamut yang memikat dan suasana humoristik dari awal
hingga akhoir. |
|
|
Bali 2023 – Bali
jani Festival |
|
|
|
Fragmentari
Ampuang Angin, Kisah perjalanan
warga Bali yang menjelajah negeri Eropa dengan menebarkan seni budaya Bali
tetapi tidak melupakan tanah leluhur. Karya ini
menggunakan tokoh wayang manusia yang disebut marionette (boneka hidup) yang
bisa menari namun dimainkan oleh 2 orang penari satu tokoh. |
|
Bali 2019 Pesta
Kesenian Bali |
|
Wardana yang lahir di Pegok Sesetan
pada tahun 1971 adalah putra bungsu dari sepuluh bersaudara. Ibunya Ni Wayan
Kondri adalah penari Arja Pegok tahun 1945 sedangkan Bapaknya adalah seniman
Janger Pegok yang bernama I Wayan Randug. Arja diwariskan dari Ibunya dengan
berbagai pupuh atau gending dan gerak tari
pengarjan yang dipergunakan oleh penari arja saat ini di Pegok Sesetan.
Sebagai keluarga seni khusus bidang Arja dan Janger, Wardana memerankan Kartala
dan wijil dalam Drama tari Arja yang
berwatak pandai dan berlaku sebagai penterjemah dalam seni drama tari Arja.
Di bidang karawitan, pada tahun 1994
Gubernur Bali memberi penghargaan sebagai juara 1 lomba kendang pengiring tari
Jauk manis dalam Pesta Kesenian Bali. Kemudian tahun 1995 Wardana menyelesaikan
pendidikan seni di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar dengan gelar Sarjana
Seni. Pada tahun 1996 diutus oleh Dr. I Made Bandem sebagai guru pengajar seni
di konservatorium Brussel Belgia dan diangkat menjadi Lokal staf KBRI Brussel
bidang Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi Publik. Selama 22 tahun menjadi
guru pengajar seni di Eropa, Wardana
membangun jembatan budaya Bali dengan Puspa Warna (Perancis), SJI (Perancis),
Saling Asah Belgia, Pairi Daiza (Belgia), Duo Made (Belgia), MIM-Musical
Instrument Museum (Belgia), Media Animation (Belgia), Selene’s Garden (Belgia),
Bali Puspa (Koln Jerman), Penempaan Guntur (Barcelona), Tongtong Festival
(Belanda), Gamelan Smara Pegulingan Univ. Amsterdam, Banjar Suka Duka Belanda
dan Rumah Budaya Indonesia Berlin.
Kolaborasi budaya juga dilakukan Wardana dengan sahabat baiknya yaitu
Gabriel Laufer berpartisipasi dalam teater modern dengan iringan gamelan
Bali yaitu La Princesse de Babylone,
Triptico, La Belle du Dandaka karya Jose
Besprosvany pada tahun 2003-2004 di Theatre National Bruxelles dan Theatre Varia.
Beberfapa karya Gamut
yang lain diantaranya :
GamutKedis Ngindang
(Paris, 2019) Kisah
perjalanan Bli Ciaaatt menuju kota-kota besar di Eropa diantaranya Paris,
Barcelona, Cologne, Berlin, Dem Haag, Brussels dan Amsterdam yang membawa
nikmat tersendiri. Perjalanan yang membawa pesona, meraih persahabatan,
menjelajah budaya baru dan tentunya membawa hati yang riang gemirang dan lagu
ini untuk membuat semua orang seni.
Gamutriang (Bali, 2020) Kisah gamut yang membawa berkah
untuk kita semua. Gamut membawa ceria bagi kebanyakan orang karena memberi
melodi sederhana dari bunyi mulut kita sehari-hari. Bunyi ini terdengar biasa
saja tapi berkesan selamanya.
GamutJoged (Bali, 2020) Sensasi gamut yang menampilkan
gending joged bumbung sangat penuh tantangan. Kecepatan, ketepatan dan vokal
memberi aroma sik dalam kesenian Gamut. Perjalanan gamut yang secara terus
menerus menawarkan hal baru, membuat pesona kesenian Bali semakin bervariasi.
Inovas ada, kreasi ada, tantangan ada, dan pembaruan baru.
Gamut Paksi Mangiber (
Brussel, 2005) Tabuh
Kreasi Paksi Mangiber artinya Burung terbang bebas. Suatu hari di taman Woluwe
kota Brussel terbentang luas keindahan taman yang dipenuhi burung yang sangat
jinak kepada pengunjung taman. nampaknya taman ditengah kota ini merupakan
tempat bebas para burung mencari penghidupannya. Suaranya yang khas,
melengking, bercuit menandakan kebahagian mereka diruang habitatnya. Nah jika
anda ke kota Brussel, anda akan takjub bahwa taman kota dipelihara, dibuat,
disayangi, dibersihkan, dikontrol dengan baik. Ketika semua aturan diterapkan
dalam taman tersebut burung-burung pasti akan senang dan akan terbang bebas
selamanya. mari sayangi lingkungan kita.
facebook/Youtube/Instagram/tiktok: Made Agus Wardana, Ciaaattt,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar