Kamis, 02 April 2026

PORTOFOLIO I MADE WARDANA SENIMAN GAMUT GAMELAN MULUT

 

PORTOFOLIO

 



I MADE WARDANA

 

I Made Wardana, seorang seniman Bali yang sangat kreatif mengembangkan diri secara terus menerus tidak saja seni karawitan dan tari tetapi juga seni peran yaitu fragmentari, drama tari baik yang tradisi maupun kontemporer.  Penampilan karya Gamut (Gamelan Mulut) dengan penokohan karakter bertopeng Bli Gamut dan Man Kenyung mendapat sambutan hangat dan viral di Bali sebagai produk seni dengan terobosan baru. Pada tahun 2020 kedua peran yang dimainkan oleh Wardana ini  telah berpartisipasi dalam festival Virtual Dinas kebudayaan Provinsi Bali, Toraja International Festival, Sacred Bridge Festival, Lokaswara festival, Denpasar Young Creative dan Festival Bali Jani. Gamut Gamelan Mulut ini telah menjadi karya fenomenal yang merambah ke berbagai belahan dunia yaitu tahun 2022 Gamut di ARTA Paris Perancis, tahun 2023 Gamut Europe Tour dan Japan Tour, tahun 2024 Gamut di Malaysia, Singapura dan USA Gamut Tour di Amerika Serikat TAHUN 2025.

 

Gamut Man Kenyung





 

    Kedua tokoh Man Kenyung dan Bli Gamut beradu ritmis dalam upaya produktif dan kreatif dalam masa Pandemi. Kreatifitas ini  mencoba mengalihkan situasi sulit ketika pandemi meniju normal walaupun tidak semudah yang dibayangkan..

Bali 2020

 

 

Gamut Romans


 

    Sebuah keluh kesah kisah cinta dalam medsos. Cuitan emoticon senyum, sedih, marah merupakan icon drama cinta diantara keduanya. Tak disangka dan tanpa rupa musik menjembatani kisah cinta keduanya mengalun manis tiada henti yang mengangkat sebuah optimisme sehati diantara keduanya.

 

Bali 2021 – Denpasar Young Creative

 

  

  

Stela wanita kaya. angkuh dan sombong sebagai penguasa kapal pesiar mewah. Memperkerjakan Harta  seorang pria muda yang baik hati dan berdedikasi tinggi. Pesta besar dilakukan didalam kapal dengan mengundang para artis musik, teater dan tari. Ketika pesta telah berakhir, sinar bulan menerangi lautan yang menakjubkan. Stela memerintahkan Harta untuk mendayung sampan  perahu kecil menuju ke tengah lautan, hanya berdua saja.

Tiba-tiba badai menerjang dan membuat mereka terdampar di pulau terpencil tanpa penghuni. Mencuat keangkuhan, keputusasaan, pertengkaran, perkelahian, kebencian, percintaan   dan seterusnya di pulau tersebut.

Bali 2023 - Bali Jani Festival

 

 

 

Gamut The Frame Show

 

Aneka tokoh, karakter, profesi ditampilkan dalam frame show sebagai bentuk ekpresi perbedaan dengan iringan gamut yang memikat dan suasana humoristik dari awal hingga akhoir.

Bali 2023 – Bali jani Festival

 

 




Fragmentari Ampuang Angin,

Kisah perjalanan warga Bali yang menjelajah negeri Eropa dengan menebarkan seni budaya Bali tetapi tidak melupakan tanah leluhur.

Karya ini menggunakan tokoh wayang manusia yang disebut marionette (boneka hidup) yang bisa menari namun dimainkan oleh 2 orang penari satu tokoh.

Bali 2019 Pesta Kesenian Bali

 

 

Wardana yang lahir di Pegok Sesetan pada tahun 1971 adalah putra bungsu dari sepuluh bersaudara. Ibunya Ni Wayan Kondri adalah penari Arja Pegok tahun 1945 sedangkan Bapaknya adalah seniman Janger Pegok yang bernama I Wayan Randug. Arja diwariskan dari Ibunya dengan berbagai pupuh atau gending dan gerak tari  pengarjan yang dipergunakan oleh penari arja saat ini di Pegok Sesetan. Sebagai keluarga seni khusus bidang Arja dan Janger, Wardana memerankan Kartala dan wijil  dalam Drama tari Arja yang berwatak pandai dan berlaku sebagai penterjemah dalam seni drama tari Arja.

Di bidang karawitan, pada tahun 1994 Gubernur Bali memberi penghargaan sebagai juara 1 lomba kendang pengiring tari Jauk manis dalam Pesta Kesenian Bali. Kemudian tahun 1995 Wardana menyelesaikan pendidikan seni di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar dengan gelar Sarjana Seni. Pada tahun 1996 diutus oleh Dr. I Made Bandem sebagai guru pengajar seni di konservatorium Brussel Belgia dan diangkat menjadi Lokal staf KBRI Brussel bidang Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi Publik. Selama 22 tahun menjadi guru pengajar seni di Eropa,  Wardana membangun jembatan budaya Bali dengan Puspa Warna (Perancis), SJI (Perancis), Saling Asah Belgia, Pairi Daiza (Belgia), Duo Made (Belgia), MIM-Musical Instrument Museum (Belgia), Media Animation (Belgia), Selene’s Garden (Belgia), Bali Puspa (Koln Jerman), Penempaan Guntur (Barcelona), Tongtong Festival (Belanda), Gamelan Smara Pegulingan Univ. Amsterdam, Banjar Suka Duka Belanda dan Rumah Budaya Indonesia Berlin.  Kolaborasi budaya juga dilakukan Wardana dengan sahabat baiknya yaitu Gabriel Laufer berpartisipasi dalam teater modern dengan iringan gamelan Bali  yaitu La Princesse de Babylone, Triptico, La Belle du Dandaka karya  Jose Besprosvany pada tahun 2003-2004 di Theatre National Bruxelles dan  Theatre Varia.

Beberfapa karya Gamut yang lain diantaranya :

GamutKedis Ngindang (Paris, 2019) Kisah perjalanan Bli Ciaaatt menuju kota-kota besar di Eropa diantaranya Paris, Barcelona, Cologne, Berlin, Dem Haag, Brussels dan Amsterdam yang membawa nikmat tersendiri. Perjalanan yang membawa pesona, meraih persahabatan, menjelajah budaya baru dan tentunya membawa hati yang riang gemirang dan lagu ini untuk membuat semua orang seni.

Gamutriang (Bali, 2020) Kisah gamut yang membawa berkah untuk kita semua. Gamut membawa ceria bagi kebanyakan orang karena memberi melodi sederhana dari bunyi mulut kita sehari-hari. Bunyi ini terdengar biasa saja tapi berkesan selamanya.

GamutJoged (Bali, 2020) Sensasi gamut yang menampilkan gending joged bumbung sangat penuh tantangan. Kecepatan, ketepatan dan vokal memberi aroma sik dalam kesenian Gamut. Perjalanan gamut yang secara terus menerus menawarkan hal baru, membuat pesona kesenian Bali semakin bervariasi. Inovas ada, kreasi ada, tantangan ada, dan pembaruan baru.

Gamut Paksi Mangiber ( Brussel, 2005) Tabuh Kreasi Paksi Mangiber artinya Burung terbang bebas. Suatu hari di taman Woluwe kota Brussel terbentang luas keindahan taman yang dipenuhi burung yang sangat jinak kepada pengunjung taman. nampaknya taman ditengah kota ini merupakan tempat bebas para burung mencari penghidupannya. Suaranya yang khas, melengking, bercuit menandakan kebahagian mereka diruang habitatnya. Nah jika anda ke kota Brussel, anda akan takjub bahwa taman kota dipelihara, dibuat, disayangi, dibersihkan, dikontrol dengan baik. Ketika semua aturan diterapkan dalam taman tersebut burung-burung pasti akan senang dan akan terbang bebas selamanya. mari sayangi lingkungan kita.


facebook/Youtube/Instagram/tiktok: Made Agus Wardana, Ciaaattt,